Anca Buka Kejuprov Bulu Tangkis, Apresiasi Pertandingan Kelompok Umur

Pembukaan Kejurprov Bulu tangkis 2022 Provinsi Sulawesi Tengah di GOR Tangkas Palu, Rabu (23/11/2022).

PALU, konisulteng.or.id – 120 atlet bulu tangkis dari usia pemula hingga dewasa mengikuti kejuaraan provinsi (Kejurprov) Bulu Tangkis yang digelar oleh Pengurus Provinsi PBSI Sulawesi Tengah (Sulteng) di GOR Tangkas, Jl Soekarno Hatta Palu, Rabu (23/11).

Ajang ini digelar sebagai rangkaian Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX-2022 Sulteng di kabupaten Banggai. Ketua Umum PBSI Sulteng Ir Gufran Ahmad mengatakan, Kejurprov digelar untuk mengevaluasi atlet bulu tangkis tiap kabupaten di Sulteng di ajang Kejurprov.

Gufran Ahmad mengatakan ajang kejurprov tak sekadar jadi juara, melainkan momen mengukur kemampuan daripada atlet di setiap daerah. Dia meminta para atlet jangan cepat berpuas terus menempa kemahiran bermain bulutangkis.

Bacaan Lainnya

“Dalam pertandingan kita terlalu cepat merasa puas diri, nah Kejurprov ini harus jadi evaluasi, mungkin ada kekurangan dari sisi strategi taktik, maupun stamina itu harus kita manfaatkan untuk menghadapi kejuaraan lainnya,” tutur Gufran saat pembukaan kejuaraan.

Dijelaskan Gufran, di penghujung tahun 2022 ini PBSI masih akan mengadakan kegiatan lainnya yakni pelatihan wasit juri. Sebelumnya PBSI juga telah mengadakan pelatihan pelatih berlisensi BWF. Pelatih ini juga diharapkan mampu membina para atlet di Sulteng dengan baik.

“Sekarang atlet di Sulteng mungkin belum bisa menunjukkan prestasi yang terbaik  di kancah nasional, tapi berharap ke depan dengan proses-proses banyak mengikuti kejuaraan, sering latihan ini ke depan atlet-atlet kita betul-betul bisa jadi atlet nasional bahkan internasional,” kata Gufran.

Di tempat yang sama, Ketua Umum KONI, diwakili bendahara umum Andi Nur B Lamakarate mengaku bangga karena PBSI menggalakkan kompetisi khusus untuk usia dini. Menurutnya, ini membuktikan bahwa, PBSI serius melakukan pembinaan atlet secara berjenjang.

“Kegiatan seperti inilah yangg diharapkan KONI. Jangan hanya kegiatan umur di atas yang sifatnya nostalgia. Ketua umum itu suka yang muda-muda untuk pembibitan karena jenjangnya ada, ” kata Anca, panggilan akrab Andi Nur yang juga Ketua Umum IMI Sulteng.

Anca meminta agar program Pengprov cabor diusulkan lebih awal untuk memudahkan alokasi anggaran. Sebab, menurut dia, KONI harus berhubungan terlebih dahulu kepada Dispora berbeda dari sebelumnya dana hibah ditempatkan di Sekertariat daerah provinsi.  Ia juga berharap pengprov Cabor untuk melibatkan sponsorship untuk mengadakan kegiatan keolahragaan. (*)

 

sumber : media center KONI Sulteng

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *