Nizar Rahmatu Gagas Alti Gelar Napak Tilas Jenderal Soedirman dan Tombolotutu

Konisulteng.or.id – Pengurus Provinsi Asosiasi Lari Trail Indonesia (Alti)  Sulawesi Tengah (Sulteng) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lari Trail pertama kalinya di Indonesia yang dilaksanakan di Kota Palu dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), 15-17 Juli 2022.

Pembukaan Kejurnas yang dilaksanakan di Hotel D’Kalora dihadiri Ketua Umum Pusat Alti Bima Arya, Ketua Harian PP Alti M Farhan, Wali Kota Palu Hadiyanto Rasyid, Bupati Sigi Irwan Lapata, Ketua Umum KONI Sulteng Nizar Rahmatu, Ketua Umum Kormi Sulteng Syaifullah Djafar, Kadispora Sulteng Irvan Aryanto dan juga Forkopimda Sulteng.

Ketua Umum KONI Sulteng Nizar Rahmatu mengatakan Alti turut berkontribusi memajukan olahraga Sulteng melalui sport tourism. Bahkan pada era perjuangan Kemerdekaan Indonesia, olahraga lari trail sebenarnya sudah dikenal melalui Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman di  Gunung Kidul Kabupaten Provinsi DIY Jogyakarta. Di Provinsi Sulteng, Pahlawan Indonesia satu-satunya asal Sulteng yakni Tombolotutu juga melakukan strategi perang gerilya dengan memasuki hutan  pegunungan Tinombala mengusir Belanda.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum KONI Sulteng Nizar Rahmatu mengatakan Alti turut berkontribusi memajukan olahraga Sulteng melalui sport tourism. Bahkan pada era perjuangan Kemerdekaan Indonesia, olahraga lari trail sebenarnya sudah dikenal melalui Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman di  Gunung Kidul Kabupaten Provinsi DIY Jogyakarta. Di Provinsi Sulteng, Pahlawan Indonesia satu-satunya asal Sulteng yakni Tombolotutu juga melakukan strategi perang gerilya dengan memasuki hutan  pegunungan Tinombala mengusir Belanda.

“Misalnya Alti memberikan kontribusi bagaimana napak tilas seorang panglima Jenderal Soedirman bergerilya memperebutkan kemerdekaan. Alti bisa mengadakan itu di Jogya atau provinsi lain di Jawa. Alti Pusat membuat sejarah karena selama ini kita tidak tahu gerilya Jenderal Soedirman itu dimana. Semoga kehadiran alti yang baru lima tahun ini bisa mempertontonkan bagaimana napak tilas seorang Jenderal Soedirman mempertahankan Republik ini kepada anak cucu kita,” kata Nizar Rahmatu.

Sementara di Sukteng, KONI Sulteng bersama Alti Sulteng berencana menggelar event serupa, napa tilas Tombolotutu. “Kita Insya Allah dengan Alti Provinsi Sulteng,  kita akan membuat napak tilas pahlawan kita satu satunya di Sulteng,Tombolotutu itu di wilayah Moutong bagaimana mempertahankan Republik ini. Insya Allah,” tambah Nizar.

Nizar menambahkan, kedepan lari trail juga menuju ranah prestasi yang diharapkan bisa menjadi cabor eksebisi PON XXI Sumatera Utara- Aceh.

Mengawali Alti menjadi olahraga prestasi, KONI Sulteng mempertandingkan dua nomor lari trail pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng 2022 di Kabupaten Banggai, melalui cabang olahraga atletik yaitu lari 15.000 meter putra dan 10.000 meter putri.

“Semoga di PON ALTI menjadi cabor yang sudah dieksebisikan. Tentu karena sudah masuk prestasi juga harus mulai masuk ke KONI. Ada di KORMI juga ada di KONI,” katanya.

Kejurnas Lari Trail Diikuti 115 Atlet 15 Provinsi

Ketua Umum Alti Sulteng M Affan mengatakan Kejurnas lari trail ini diikuti 115 atlet dari 15 provinsi yaitu Sumatera Utara, Jawa Timur, Banten, Papua Barat, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Bengkulu, Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta dan Sumatera Barat.

“Ajang ini memperebutkan 11 medali emas, 11 medali perak, dan 11 medali perunggu dengan mempertandingkan jarak pendek 40 km individual putra putri, jarak jauh 80 km individual putra putri, jarak jauh 80 km beregu campuran dan vertical run 6 km dengan elevasi gain 1.000 m individual putra putri,” kata Affan.

Peserta bakal melewati rintangan yang cukup menantang menyelesaikan finish. Peserta strat dari Hotel D’Kalora kemudian menembus medan pegunungan wilayah Sigi dan kemudian turun menuju lembah Palu.

Ketua Umum Alti Bima Arya mengatakan kejurnas lari trail tercatat dalam sejarah lari trail di Indonesia karena pertama kalinya Alti melaksanakan Kejurnas setelah 5 tahun terbentuk. “Ini sejarah bagi indonesia, sejarah bagi lari trail, sejarah bagi Sulawesi Tengah, Kejurnas pertama Alti dimulai pertama di Indonesia. Kejurnas pertama lari trail ini akan menjadi awal bagi lahirnya kejuaraan-kejuaraan lari trail di Indonesia,” kata Bima. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *