Pengprov TI Sulteng Gelar Ujian Kenaikan Sabuk

Ujian Kenaikan Sabuk yang diselenggarakan oleh Pengprov TI Sulteng diijuti 56 taekwondoin.
Bendahara Umum KONI Sulteng Armin Amirudin SH AIFO membuka Ujian Kenaikan Sabuk Pengprov TI Sulteng di Lahwahbah Palu, Sabtu (18/3/2023).

 

PALU -Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sulawesi Tengah melaksanakan ujian kenaikan sabuk 56 Taekwondoinnya yang terdiri dari 38 orang Dan I, 15 orang Dan II , 3 orang Dan III, dan 1 orang Dan IV.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang bertajuk Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam Poom/Dan Kukkiwon Taekwondo se Sulawesi Tengah tersebut dibuka langsung Bendahara Umum (Bendum) KONI Sulteng, Armin Amiriuddin, Sabtu (18/3/2023).

Dalam sambutannya, Armin Amiruddin yang mewakili Ketum KONI Sulteng mengatakan pengembangan strategi kualitas harus diwujudkan melalui suatu proses dan dijabarkan dalam satu program yang harus dilakukan pengurus TI Sulteng.

“Saya berharap dari kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas dalam membina prestasi, baik secara internal maupun eksternal untuk mencapai kesuksesan Taekwondo Indonesia Sulawesi Tengah.

KONI Sulteng berharap semoga Taekwondo bisa lolos PON XXI untuk mewujudkan amanah dan cita-cita luhur bapak olahraga Sulteng, gubernur Rusdy Mastura dalam menyukseskan program Sulteng Emas 2024 minimal 10 keping medali emas PON Aceh-Sumut.

“Ujian kenaikan sabuk ini dapat dijadikan momentum untuk perbaikan dan penyempurnaan pembinaan prestasi dan pengembangan olahraga Taekwondo di Sulawesi Tengah,” ujar Armin.

Sementara itu, Ketum Pengprov TI Sulteng, Dasmin Lamasiara yang hadir memberikan sambutan berharap semua daerah mengirim wakilnya dalam ujian kenaikan sabuk.

Hal ini, kata Dasmin untuk meningkatkan prestasi Taekwondo di daerah. Pasalnya, hanya Pengkab Morowali, Morowali Utara dan Banggai Laut yang tak mengirimkan wakilnya di giat tersebut.

“Potensi Sulteng di kancah nasional membanggakan karena mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional. Kenaikan sabuk ini adalah langkah maju yang dilakukan TI, dan ini adalah bagian dari proses dan langkah meraih prestasi yang akan dipraktekan di lapangan,” ujar Dasmin

Taekwondo Sulteng, nilai Dasmin paling aktif di Sulteng dalam menggelar kejuaraan dan kenaikan sabuk. Olehnya, pengprov minta para atlet fokus dalam mengejar prestasi, dan Pengprov terus berupaya meningkatkan kualitas prestasi TI Sulteng.

Kenaikan Sabuk tersebut diawasi langsung Master Sumarno Syamsuri dari PB TI sebagai tim penguji, yang dibantu Abdi Tunggal dan Moh Nasir.

Selain peserta tertua berusia 48 tahun dan termuda 7 tahun, diantara 56 peserta ujian tersebut terlihat pula Vicenzo Johansen Angtolis peraih medali perak beregu Poomsae PON XX Papua dan Firilia Dinisa Parangi, peraih medali perak Kyorugi kelas -49 kg PON Papua 2021. Menurut keduanya kenaikan Sabuk secara umum mencerminkan teknik atau keahlian yang dimiliki oleh taekwondoin. (*)

Clg/Media Center KONI Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *